Minggu, 01 Februari 2015

H.O.M.E is F.A.M.I.L.Y

Assalamualaikum,

Tema #IHBchallenge di #Day17IHBchallenge dengan tema #Weekendgetaway membuat saya rindu akan yang namanya "Rumah", Rumah dalam artian tempat menghabiskan waktu bersama orang terkasih bersama orang tersayang dalam suka dan duka bersama-sama. Trus apa hubungannya tema #Weekendgetaway dengan yang namanya "Rumah" terkadang beberapa orang itu weekend adalah saatnya untuk berlibur keluar rumah, tapi entah mengapa kali ini yang terpikir untuk saya adalah rumah, Rumah yang saya maksud adalah rumah orang tua saya yang terletak di Kayuagung, bisa di bilang sudah 8 tahun saya tidak tinggal bersama-sama fullday bersama kedua orang tua saya, setelah ujian kelulusan SMA, saya langsung hijrah ke Palembang hingga saat ini, bisa di bilang balik ke Kayuagung yang jaraknya hanya 2 jam dengan catatan tidak pakai macet, hanya 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali di saat weekend. 

Intinya Weekend getaway bisa balik ke Kayuagung itu adalah anugerah banget, bisa kumpul bersama orang tua, dekat dengan mereka, bisa ketemu setiap saat, Tapi memang gak munafik yah dulu disaat masa-masa ke ABG-an tuh berharap banget bisa sekolah jauh dari orang tua, rasa-rasanya bakalan bebas banget bisa jauh dari rumah, bisa keluar dari rumah, jauh dari pantauan orang tua, dan itu tidak berlaku di saat kita sudah merasakan jauh dari orang tua, apalagi di saat sakit, butuh temen cerita, butuh belaian sayang yang hanya bisa kita dapatkan dari orang tua. 

Ketika November tahun lalu, saya kehilangan Papa, akhirnya benar-benar membuka mata saya, bahwa kehilangan seseorang yang saya anggap salah satu rumah saya, benar- benar membuat saya sadar akan bagaimana sakitnya kehilangan, penyesalan yang datang karena merasa telah menyia-nyiakan waktu bersama yang berharga, bagaimana saya sibuk dengan kesenangan saya sendiri, lupa akan kembali ke rumah karena kesibukan yang saya buat sendiri, tanpa menyadari bahwa umur mereka semakin berkurang dan berkurang setiap saatnya. 

Pelajaran yang saya dapatkan dari peristiwa ini adalah mulailah menghargai waktu tiap saatnya bersama dengan orang yang membuat kalian ada di dunia ini, bagaimana saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu saya yang tersisa ini bersama Mama, rasa-rasanya saya telah menyia-nyiakan 7 tahun yang berjauh-jauhan untuk bisa selalu dekat dengan Papa,  Menyesal?? iyaa, sangat!!! jika bisa saya gantikan dengan apapun, ingin saya lakukan, tapi itu hanyalah hal yang sia-sia tandanya saya tidak menerima takdir Allah, Saya yakin akan ada indah setelah kesedihan, akan ada senyum yang merekah setelah derai tangis air mata, just believe my Allah, insha Allah,,aamiin ^^.

Wassalam
with love,

nuning abe


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...