Sabtu, 28 April 2012

Sudut-Sudut Penuh Arti Dari Kota Palembang



Salam

Jembatan Ampera, Icon Kota Palembang, Ibukota Sumatera Selatan. Setiap mendengar ataupun menyebutkan kata "Palembang" yang langsung teringat dan terucap adalah "Pempek" dan "Jembatan Ampera" dengan Sungai Musi di bawahnya yang mengalir dengan sangat indah. Perpaduan wisata yang sangat menarik makan pempek di pinggir Sungai Musi dengan latar belakang Jembatan Ampera.

Ternyata selain Pempek.Sungai Musi dan Jembatan Ampera, masih banyak sudut-sudut di kota palembang yang cukup menarik hati saya, bermula dari kewajiban dan keharusan saya sebagai mahasiswi jurusan teknik Arsitektur di Universitas Sriwijaya beberapa tahun yang lalu, yang mengharuskan saya survey daerah-daerah yang terdapat di Palembang,untuk melengkapi data-data tugas kuliah saya, saya biasanya nyebutnya "Jalan-jalan wisata lokal". Saya memang orang baru di Palembang ini, Orang tua saya asli orang kayuagung salah satu kabupaten di Sumatera Selatan, dulu saya tinggal di Jakarta ketika pertengahan SMA saya baru pindah ke Kayuagung dan sekitar tahun 2006 ketika saya kuliah, baru saya pindah ke Palembang. Awalnya saya sempat pesimis dengan tinggal di Palembang, dengan tidak adanya tempat wisata alam,dan hanya ada mall-mall saja, pasti sangat membosankan tinggal di Palembang. 

Ternyata "Jalan-jalan wisata lokal" saya bersama teman-teman kuliah saya cukup membuka mata saya tentang menariknya Kota Palembang ini, memang kita tidak akan menemukan air terjun, pegunungan ataupun pantai di Palembang ini, tapi saya menemukan sesuatu yang lebih berharga lagi di Palembang ini, yaitu "Wisata Kultur Tradisional dan Peninggalan Sejarah" yang masih banyak bisa kita kunjungi di palembang ini. Palembang adalah kota tertua di Indonesia dengan kultur budaya yang berbagai macam ada di dalamnya. Saya pun sampai bingung mau mulai bercerita tentang sudut-sudut kota Palembang dari mana, sepertinya saya akan memulai dengan lokasi-lokasi survey saya yang sangat menarik hati saya

Seperti kita ketahui Sumatera selatan itu adalah daerah yang di aliri beberapa anak sungai,jadi saya akan membagi nya menjadi perairan dan daratan, dan yang akan saya bahas kali ini lebih ke kota Palembang itu sendiri.

1.     Perairan

Sungai Musi,sungai yang membelah kota Palembang menjadi ilir dan ulu. Dengan menaiki getek saja kita bisa berwisata mengitari dan menyebrangi sungai musi, saya pernah mencoba menyebrangi sungai musi dengan getek dan sensasinya luar biasa, goncangan ombak dan cipratan-cipratan air sungai rasanya ingin sekali saya mencobanya untuk kedua kalinya.Selain itu di sepanjang sungai Musi, kita masih bisa melihat beberapa rumah rakit yang masih bertahan, salah satunya adalah rumah rakit milik kelurga bpk Kholil. Rumah rakit milik keluarga bapak Kholil cukup terkenal di kalangan wisatawan, dan sering dijadikan untuk menginap para wisatawan. Untuk mencapai ke sana saya dan teman-teman harus naik getek dahulu dan anda cukup membayar dengan Rp.2000 saja(tahun 2007). Rumah rakit ini berada di daerah 7 ulu, atau tepat berada di seberang Benteng Kuto Besak, Rumah rakit pak Kholil ini terbilang cukup tua,karena di bangun tahun 1937. Dan keluarga pak kholil dan anak-anak nya sangat menerima kami,kami disuguhi cerita-cerita sejarah rumah rakit ini, dan diajak berkeliling melihat isi dan sekitar rumah rakit ini. Rumah rakit ini adalah salah satu aset pariwisata yang sangat berharga yang dimiliki kota Palembang sebagai bukti sejarah kota Palembang yang wajib di rawat dan di jaga.

2.     Daratan

Walaupun Palembang sangat terkenal dengan sungai Musinya tapi wisata yang terdapat di daratan kota Palembang tidak kalah menariknya dengan yang ada di sepanjang sungai Musi.

 -Kawasan Sayangan-

Waktu itu kami mendapatkan tugas survey di sekitar kawasan Sayangan dan memerlukan waktu 2hari untuk kami mengelilingi sekitar Sayangan. Di sekitar Sayangan banyak terdapat aktifitas jual beli dari pagi hingga sore hari dan terbilang kawasan cukup padat. Banyak bangunan-bangunan  peninggalan kolonial yang masih berdiri, sayangnya banyak pula bangunan yang tidak terawat cukup baik. Selain bangunan-bangunan berarsitektur kolonial terdapat juga beberapa rumah limas(rumah adat Palembang) di sekitar kawasan Sayangan.

-Kawasan Sekanak-

Selain kawasan sayangan, yang cukup menarik hati saya adalah kawasan Sekanak, Kawasan Sekanak itu berada di dekat kantor Walikota Palembang. Seperti halnya kawasan sayangan, kawasan sekanak banyak terdapat bangunan-bangunan berarsitektur kolonial yang cukup menarik perhatian saya, di kawasan sekanak terdapat pasar sekanak yang cukup padat pada pagi harinya. Seperti halnya kawasan sayangan, di kawasan sekanak pun banyak pula bangunan yang tidak terawat cukup baik.


Sebenernya masih banyak sudut-sudut di kota Palembang yang begitu mengesankan karena memiliki cerita sejarah masing-masing, dan seandainya kita dan pemerintah ikut menjaga dan merawat menjadikan kawasan dan daerah-daerah tersebut terlihat bersih dan terawat dan dapat menarik wisata-wisata lokal pasti kawasan-kawasan tersebut dapat menarik mengangkat nilai sejarah kota Palembang, dan menjadikan wisata sejarah kepada anak-anak muda yang sekarang hanya menghabiskan waktu ke mall dan mall.

Terima Kasih
Wassalam
nuning abe


3 komentar:

  1. jadi pengen ke palembang

    BalasHapus
  2. kak... hotel lama yang dilorong jalan klo nak k sayangan ap yehh?

    BalasHapus

thank you for reading my blog ;)
don't be silent readers, I would be happy to receive ur comment guys

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...